Resume Seminar Nasional EEA 2023 "Building Sustainable Economy Through Smart City Development"

Resume Seminar Nasional EEA 2023 

"Building Sustainable Economy Through Smart City Development"


Materi 1

"Penerapan Smart Gird di Indonesia"
oleh Munawwar Furqon


Grand Design Smart Grid secara end to end yang mengintegrasikan seluruh value chain : Smart plant, Smart transmission, Smart control system, Smart distribution, dan Smart micro grid.

Transformasi Sistem Kelistrikan dari konvensional menjadi Smart Grid ini telah menjawab tantangan implementasi VRE dengan skala besar. 

  1. Large scale fossil based power plant Ã  Smaller scale renewable power plant, but more distributed 
  2. Massive scale transmission line and piplines Ã  Including smaller scale transmission lines 
  3. Top to bottom distribution channel Ã  Both directions distribution channel 
  4. Passive participation from customer to the system Ã  Active participant from customer to the system

VRE ternyata memiliki kelemahan, yaitu memiliki karajteristik yang intermitten yang berarti menyebabkan tidak stabilnya system. Nah, untuk mengatasi hal tersebut kita perlu menggunakan dukungan dari teknologi Smart Grid ini yang terintegrasi secara end to end.

Mengapa harus smart grid? 

  • Karena smart grid memiliki kemampuan pembangkit untuk menyesuaikan fluktuasi supply VRE, 
  • Memiliki sistem penyimpanan energi untuk kestabilan supply
  • Memiliki kemampuan sistem dalam mengatur jumlah produksi listrik based on demand pelanggan, dan memiliki sistem transmisi cerdas yang dapat memberikan rekomendasi grid  dengan BPP terendah dan kemampuan self healing jika terjadi gangguan. 

Materi Smart Control System (primary and secondary regulation)

1. Primary Regulation (Free Governor)

Pengaturan utama dari unit pembangkit yang bertugas mengatasi dinamika beban suatu unit pembangkit dengan CEPAT sesuai dengan perubahan Frekuensi System.

2. Secondary Regulation (AGC)

Pengaturan otomatis unit pembangkit dari control center yang bertugas mengatur daya keluaran unit pernbangkit agar Frekuensi System stabil.

3. Smart Control System ( AGC Scheduling) 

Automatic Dispatch System (ADS)  

Perintah dispatch ke pembangkit dilakukan secara otomatis tanpa media komunikasi telepon.  

Perintah dispatch yang secara otomatis ke pembangkit via aplikasi AGC-Schedule. Untuk rencana operasi harian (ROH) dan intraday.

4. Smart Control System (Sistem SCADA JAMALI (Eksisting)

Sistem SCADA
SCADA merupakan suatu sistem pengawasan, pengendalian dan pengolahan data secara real time. Komponen SCADA meliputi Master Station, media telekomunikasi dan Remote Station.  

Supervisory     :
Pengawasan dengan menggunakan system SCADA, bertujuan untuk melakukan pengamatan tegangan, arus, daya aktif dan reaktif dll. 

Control            :
Sarana untuk mengendalikan atau merubah keadaan suatu peralatan dari  jarak jauh berupa On/Off CB(circuit breaker, pengaturan daya pembangkit MW/Mvar dll. 

Data                :
Informasi dari status peralatan yang dipantau dengan sistem SCADA 

Acquisition      :
Pengambilan data dari system yang dipantau, untuk dikirim ke pusat kendali.

Fungsi SCADA 

Mengumpulkan data-data di sisi proses (pembangkit / gardu induk). 
Mengirimkan data ke master (pusat pengatur / control centre).
 Mengolah data untuk berbagai aplikasi pengaturan dan manajemen (kelistrikkan).
 Mendistribusikan informasi ke komputer / master lain melalui local area networks.

Aplikasi dalam Sistem SCADA Kelistrikan 

 1. Aplikasi SCADA, menampilkan fungsi SCADA (telemetering, telesignaling, remote control). 
2. Aplikasi Historikal Data, menyimpan data dalam waktu tertentu.  
3. Aplikasi EMS, menampilkan fungsi Energy Management System.
4. Aplikasi DTS, menampilkan fungsi Dispatcher Training Simulator. 
5. Aplikasi Update Database, sebagai fasilitas bagi pengguna untuk melakukan update database SCADA dan atau EMS.  
6. Aplikasi HMI, menyediakan fasilitas untuk menampilkan single diagram, besaran listrik, dan melakukan Remote Control.

Komponen Sistem SCADA 

  • Master Station : Kumpulan perangkat keras dan lunak untuk memproses Data dan Informasi dari Remote Station maupun data dari Master Station ke Remote Station. 
  • Telekomunikasi : Peralatan yang menghubungkan antara Remote Station dengan Master Station untuk komunikasi data.  
  • Remote Station : Peralatan untuk memproses Data dan Informasi dari proses/switchyard untuk diteruskan ke Master Station melalui sarana telekomuniki.

Materi 2

"Sustainable Energy for The Future of ALL"
oleh Saleh Siswanto


Adapun VISI dan MISI yaitu :

-VISI 

Menjadi Perusahaan Listrik Terkemuka se-Asia Tenggara dan #1 Pilihan Pelanggan untuk Solusi Energi. 


-MISI 

• Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham. 

• Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

• Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi. 

•Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan


SISTEM SCADA UID LAMPUNG

Tujuan : 
1. Tele Control - Kontrol peralatan secara jarak jauh 
2. Tele Status - Monitoring status peralatan secara realtime 
3. Tele Metering - Monitoring pengukuran secara realtime 

Pilar Utama Sistem SCADA : 
1. Master Station - Pusat Data dan Kontrol 
2. Remote Station - RTU atau Gateway Peralatan 
3. Komunikasi - Media komunikasi (FO dan GSM) 
4. Peripheral - Power Supply dan Backup Supply Peralatan 

PENGEMBANGAN SISTEM SCADA 

FDIR (Fault Detection Isolation Restoration) Tujuan, Meningkatkan keandalan jaringan 20kV dengan melakukan isolasi dan penormalan gangguan secara otomatis.

ZDT (Zero Down Time) Tujuan, Meningkatkan pelayanan dengan Menciptakan Kawasan khusus yang tidak mengalami pemadaman listrik sepanjang waktu.

Transformasi PLN dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan kekinian, termasuk adanya perubahan kondisi kelistrikan di Indonesia dari sebelumnya defisit menjadi surplus. Sejak 21 April 2020, PLN telah meluncurkan program Transformasi PLN dengan salah satu agendanya digitalisasi, guna meningkatkan kinerja perusahaan.


Materi 3

"Electric Motor Bike" 
oleh Arjuna


Berikut Keunggulan Kendaraan Listrik :

  • Tidak perlu isi bensin
  • Hemat
  • Uang untuk bensin bisa ditabung
  • Tidak perlu panaskan mesin
  • Ramah lingkungan
Kendaraan listrik juga sudah sangat aman karena sudah bersirtifikat IBEA (the best electric motorbike 2023). Merk motor yang mendapatkan penghargaan IBEA ini adalah Green Tech. Dia sudah E-Catalog. Tingkat TKDN 55, 19% artinya jauh diatas standar minimal TKDN yang hanya di angka 44%.

Perbedaan Motor Listrik vs Konvensional
Motor Listrik :
  • STNK : ada
  • BPKB : ada
  • Nomor polisi : ada
  • Bahan bakar : listrik
  • Panaskan mesin sebelum digunakan : tidak
  • Polusi : ramah lingkungan
  • Biaya perawatan : tidak
  • Hemat uang : hemat
 
Motor Konvensional :
  • STNK : ada
  • BPKB : ada
  • Nomor polisi : ada
  • Bahan bakar : BBM
  • Panaskan mesin sebelum digunakan : dipanaskan
  • Polusi : menimbulkan polusi asap
  • Biaya perawatan : perlu biaya perawatan
  • Hemat uang : tidak

 Spesifikasi Motor Green Tech

Daya Motor                 : 1500 Watt 

Tegangan Kerja           : 60 Volt DC 

Berat                           : 108 kg 

Daya Angkut              : 175 kg 

Max Kecepatan           : 75 km/jam 

Jarak Tempuh              : 80 km 

Max Climb                  : 15 derajat (30 derajat tanpa beban) 

Ukuran Ban                 : 90/90 –R 10 

Rem Depan                 : Disc – Single piston 

Rem Belakang             : Drumbake 

Shock Depan               : Teleskopik 

Shock Belakang          : Dual 

Speedometer               : Digital 

Penerangan                  : All LED 

Max Battery QT          : 2 Battery 

Type Ban                     : Tubless (Kenda)


NAMA : Syahrul Ghufron Al Hamdan 
NPM : 2315061063
Kelas : PSTI C 
 
 

0 Komentar